Maksud dari istilah bonus demografi adalah terjadinya fenomena dimana struktur penduduk sangat menguntungkan dari sisi pembangunan karena jumlah penduduk usia produktif sangat besar. Dari pengertian diatas, fenomena tersebut tentu sangat berharga dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh negara yang sedang mengalaminya. Tetapi, siapa sangka, jika negara tidak siap untuk menghadapi fenomena tersebut, ancaman yang sangat merugikan juga bisa terjadi. Kenapa hal itu bisa terjadi? Siimak penjelasan berikut ini.
Indonesia saat ini menjadi negara keempat di dunia yang terbanyak dalam jumlah penduduknya. Total penduduk di Indonesia tahun 2015 mencapai angka 255.183.144 jiwa, dan 67 persennya merupakan penduduk produktif yang berusia 15-64 tahun. Maka, dapat dipastikan bahwa Indonesia berpotensi akan menghadapi bonus demografi, yang oleh para ahli diperkirakan akan terjadi pada tahun 2020-2035. Padahal, di tahun 2017 ini saja, fenomena bonus demografi tersebut sudah mulai ke permukaan ditandai dengan mulai meningkatnya angka penduduk usia kerja di beberapa wilayah di Indonesia.
Banyaknya penduduk usia produktif merupakan keuntungan bagi Indonesia. Dapat dilihat, saat ini banyak perusahaan asing atau perusahaan multinasional yang membuka pabrik produksinya di Indonesia. Alasan mereka tentu karena melimpahnya tenaga kerja di Indonesia. Hal itu sesuai dengan teori ekonomi, bahwa ketika permintaan akan tenaga kerja atau lapangan kerja terbatas sedangkan penawaran tenaga kerja melimpah, maka harga pasar tenaga kerja akan menjadi rendah, artinya upah tenaga kerja akan rendah, inilah yang menjadi daya tarik bagi investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
Adanya penanaman modal asing ini akan menciptakan lapangan kerja yang akan menampung tenaga kerja yang tersedia, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat meningkat. Selanjutnya, ketika tenaga kerja dapat bekerja secara produktif, maka output yang dihasilkan negara akan bertambah banyak, dan tentunya pertumbuhan ekonomi semakin meningkat lagi.
Terlepas dari itu semua, bonus demografi juga dapat menjadi bumerang yang malah merugikan bagi negara Indonesia. Banyaknya tenaga kerja yang tidak diimbangi oleh lapangan kerja yang mampu menampung jumlah pekerja tersebut akan menimbulkan masalah. Salah satu permasalahan yang akan mengancam negara yaitu munculnya pengangguran disebabkan tidak terserapnya tenaga kerja pada lapangan kerja. Selain disebabkan oleh kurangnya lapangan kerja, faktor keterampilan masih menjadi permasalahan bagi tenaga kerja kita. Kurangnya keterampilan dapat menghambat diterimanya seorang pekerja di suatu perusahaan.
Jika masalah ini dibiarkan berlangsung, maka ancaman-ancaman yang lain akan datang silih berganti. Seseorang yang tidak bekerja akan melakukan sesuatu demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Maka, ketika seseorang sudah kehabisan cara, mereka akan melakukan tindak kejahatan agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Selain itu, pengangguran juga akan memunculkan lingkungan kumuh di daerah perkotaan seperti di Jakarta.
Oleh karena itu, bonus demografi harus disikapi dengan cara yang tepat agar peluang yang ada dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian suatu negara.
Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan Pada bab ini dijelaskan mengenai beberapa teori baru yang berpengaruh dalam model ekonomi pembangunan. Meskipun kesuksesan model dalam mecapai pembangunan sulit dicapai yang dikarenakan banyaknya hambatan diluar perkiraan, tetapi model baru ini dapat membantu memperbaiki perumusan strategi pembangunan yang lebih baik. Teori pertumbuhan baru menganalisis secara terus-menerus pertumbuhan pendapatan nasional yang ditentukan dalam sistem bukan kekuatan eksternal seperti yang dikatakan oleh teori neo-klasik yang mengatakan bahwa sebagian besar sumber pertumbuhan ekonomi merupakan faktor eksogen atau proses yang sama sekali independen dari kemajuan teknologi. Meski begitu, dalam teori pertumbuhan baru juga masih menyimpan kelemahan, bahwa teori ini tetap tergantung pada sejumlah asumsi neo-klasik yang sering tidak cocok dengan perekonomian negara berkembang. Keterbelakangan sebagai Akibat Kegagalan Koordinasi Awal abad ke-21 ko...
Komentar
Posting Komentar