Langsung ke konten utama
Assalamualaikum...

     Selamat datang kembali, Cah. Ini adalah jumpa pertama setelah beberapa tahun sebelumnya sempat vakum berbagi tulisan, karena memang saat itu belum ada niatan lagi untuk mengupdate postingan dari beberapa pengalaman saya. Sehingga saya sempat mengira bahwa blog lawas ini telah dihapus oleh pihak server. Dan ternyata setelah mencoba buka alamat blog ini, saya sedikit terkejut karena tampilannya masih sama seperti terakhir saya lihat. Untungnya saya masih ingat dengan alamat blog lama ini, mungkin karena penamaannya yang terlalu singkat ya, hehehe.

     Kehidupan kembali dari blog ini bukanlah tanpa alasan, tetapi ada sesuatu hal yang berkaitan dengan aktivitas perkuliahan saya dengan memanfaatkan blog ini sebagai sarana pembelajaran. Metode yang diterapkan oleh dosen saya yang biasa dipanggil Bu Yeni sebagai salah satu pengampu mata kuliah Ekonomi Pembangunan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya ini cukup menarik, karena selama di bangku perkuliahan baru kali ini saya mendapatkan tugas yang memanfaatkan sosial media. Sehingga, untuk kedepannya saya akan sering memposting sesuatu yang mana itu menjadi kewajiban saya untuk memenuhi tugas dari mata kuliah tersebut.

     Pada tugas yang pertama, setiap mahasiswa diminta untuk memaparkan apa saja yang ingin mereka lakukan selama satu semester kedepan didalam mata kuliah ini. Dari saya sendiri, saya mengharapkan dapat memahami setiap pokok bahasan dari mata kuliah tersebut. Tentunya hal itu tidak akan bisa dicapai tanpa ada strategi penyampaian yang baik dari pihak pengajar kepada mahasiswanya. Sedangkan bagi pihak mahasiswa sendiri diharuskan ada komitmen yang selalu dilakukan agar tujuan dari strategi yang ditentukan bisa tercapai. Selain itu, suasana selama aktivitas perkuliahan berlangsung juga sangat diharuskan kondusif untuk menunjang kenyamanan proses belajar. Dan pada akhirnya nanti akan membuahkan hasil yang maksimal bagi masing-masing individu mahasiswa, baik maksimal dalam prestasi akademik maupun maksimal manfaatnya bagi orang lain.

       Sekian dulu tulisan saya pada kali ini, semoga bermanfaat, dan sampai jumpa kembali.

Wassalamualaikum...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TENTANG "BUDI LUHUR"

Pada postingan pertama ini, saya akan membahas tentang perusahaan yang bernama UD Budi Luhur Drum. Perusahaan ini bergerak dibidang industri kerajinan dan manufaktur. Bahan baku yang digunakan adalah kayu, biasanya kayu mahoni. Contoh produk yang dihasilkan yaitu kendang atau jimbe dan telah menjadi produk unggulan di Kota Blitar. Pemiliknya adalah Bapak Tohari, beliau memulai mendirikan usaha yang bertempat di Desa Sentul Kota Blitar ini sejak tahun 1990. Berkat kerja keras dan kegigihannya dalam mengembangkan usaha ini, banyak penghargaan yang telah diperolehnya, dari tingkat daerah hingga tingkat Nasional. Perusahaan ini menjual produknya tak hanya di dalam kota bahkan sampai ekspor ke luar negeri. UD Budi Luhur terletak di Jl. Antasari Kel. Sentul Kec. Kepanjen Kidul Kota Blitar. Usaha ini tidak berjalan secara individu, melainkan mempunyai banyak mitra kerja yang terpusat pada satu daerah, karena tujuan utama dari kegiatan ini adalah menyediakan lapangan pekerjaan bagi...

Proses Pembuatan Kendang Jimbe

Proses Pembuatan Kendang Jimbe 1.      Pemotongan Kayu             Pertama kali yang harus dilakukan adalah mengukur panjang kayu dan dipotong sesuai ukuran, mulai dari yang terkecil 10cm, 15cm, 20cm, 30cm, 40cm, 50cm, 60cm, 70cm dan yang paling besar 1,5 meter. Setelah dipotong sesuai ukuran selanjutnya bagian kayu luar dihilangkan dengan cara dikelupas menggunakan pisau besar sampai bagian putih kayu terlihat. 2.      Pembubutan             Syarat kayu yang akan dibubut harus sudah dikelupas dan masih yang agak basah, jika kayu sudah kering tidak bisa dibubut lagi. Proses pembubutan kayu ini menggunakan alat bubut yang dijalankan oleh mesin diesel dan membentuknya menggunakan linggis atau besi besar yang sudah dimodifikasi ujungnya.             ...

MENCEGAH ARUS URBANISASI DENGAN MEMANFAATKAN POTENSI DESA

Sampai saat ini fenomena perpindahan penduduk dari desa menuju ke kota telah menjadi kebiasaan setiap tahunnya, yang biasa disebut dengan urbanisasi. Arus urbanisasi ini merupakan salah satu harapan seseorang untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik, karena mereka menuju ke kota memiliki tujuan untuk mencari pekerjaan yang dianggap lebih menguntungkan bagi mereka. Hal ini dapat dibenarkan karena terdapat perbedaan kondisi perekonomian di wilayah pedesaan yang masih relatif kecil dibandingkan di perkotaan yang lebih intensif. Perbedaan infrastruktur menjadi alasan utama kenapa pemusatan perekonomian selalu dijalankan di wilayah kota-kota besar. Wilayah pedesaan cenderung tertinggal dari segi fasilitas dan instrumen pendukung aktivitas perekonomian lainnya. Selanjutnya, dengan kondisi yang seperti itu akan menyebabkan sedikitnya jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia di desa dan tidak mampu menampung jumlah penduduknya yang akan terus bertambah. Sedangkan di wilayah kota sendiri juga...